TRIBUNJATIM.COM - Sungguh pilu nasib seorang wanita dimana calon suami wafat tepat 16 jam sebelum akad nikah.
Impian pernikahanpun kandas seketika.
iketahui wanita tersebut sudah siraman & pengajian.
Curahan hatinya di media sosialpun menjadi viral dan disoroti.
Sangat banyak menuai simpati dari media sosial terutama para netizen.
Calon suami wanita tersebut merupakan seorang dokter.
Pesan terakhir wanita itu pun terungkap dan semakin membuat sedih media sosial.

Tentu saja, Ijab Kabul hingga akad nikah tak akan pernah terjadi selamanya terhadap wanita ini.
Calon suami menghembuskan nafas terakhir tepat 16 jam sebelum pernikahan.
Wanita itu membagikan kisahnya di media sosial hingga viral.
Melansir dari instagram omg.indonesia.id, berdasarkan konten tiktok @papiule, Rabu (17/3/2021).
Dalam video itu memperlihatkan seorang wanita yang memakai hijab tampak menyambut hari bahagia pernikahannya dengan kekasihnya yang berprofesi sebagai dokter.
Sejak 5 hari jelang pernikahan, wanita tersebut tampak antusias menantikan hari bahagia tersebut.
Hari ke-lima dan hari ke-4 jelang pernikahan ia pamerkan video dengan wajah sumringah sebagaimana calon pengantin pada umumnya.
H-3 jelang pernikahan, calon pengantin wanita itu melewati hari dengan menggelar bridal shower.
2 hari jelang pernikahan digelarlah acara siraman oleh keluarga dan kerabat.
Siapa yang tidak berbunga-bunga ketika hari bahagia itu tinggal menanti hitungan jam.

Semua persiapan sudah matang, dan tinggal menantikan hari bahagia akad nikah.
Bahkan wanita itu disebut sudah melakukan acara siraman hingga pengajian.
Tapi semua rencana itu berubah 16 jam jelang akad berlangsung, calon pengantin wanita itu harus menerima kenyatan pahit.
Bukan bersanding dengan calon suami di depan penghulu, ia malah memeluk nisan sang calon suami.
Nyesek itu juga yang dirasakan warganet melihat pemandangan dan nasib yang dialami wanita yang ada di video itu.
Ia dengan erat memeluk nisan sang calon suami yang nyaris saja resmi menjadi suaminya.
Calon pengantin wanita itu juga memeluk mahar yang akan menjadi mas kawin pernikahannya dengan sang calon suami.
WO serta para vendor pun hadir di pemakaman calon mempelai pria.
Tersebutlah pesan terakhir sang wanita pilu itu untuk calon suaminya yang telah wafat.
Ia menyebut semua janji sang calon suaminya sudah lunas adanya.
Yakni membuatnya terus bahagia hingga sampai saat terakhir mereka bersama di dunia.
"Kita semua sayang bby", tulisnya.
Calon pengantin wanita itu kemudian juga mengunggah sebuah video kenangan saat berlibur bersama mendiang calon suami.
"Video lama favorite aku,
Video jaman pacaran sebelum kita berdua memutuskan utk perbaiki diri melangkah ke pernikahan tanpa pacaran", tulisnya.
"Selamat jalan pak Dokter, tugas km sudah selesai di dunia, dan mencintai aku sampai ajal menjemput.
aku bahagia sehingga janji km sm aku pun lunas, tdk ada kekurangan sedikitpun selama aku kenal sama kamu.
jalan dengan tenang, dengan senyum lebarnya disaat terakhirnya,"
Terpajang foto ucapan duka atas meninggalnya Dzulfikar Attras Maulana, S.Ked kelahiran 25 Juli 1996 dan meninggal pada 13 Maret 2021.
Kisah lain yang tak kalah memilukan juga pernah terjadi, pasangan yang gagal menikah karena calon suami dibunuh.
Diketahui, pria yang dibunuh itu bernama Rio Pambudi (25).
Rio Pambudi rencananya akan menikah pada 27 September 2020.
Dilansir dari TribunSumsel ( grup TribunJatim.com ), Rio dibunuh oleh tetangganya di perumahan Griya Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang,
Empat orang pelaku yang masih sekeluarga melakukan penganiayaan terhadap Rio, Kakak Rio, Melisa (28) dan Ibu Rio, Anna Susana (50).
Rio meninggal seusai terkena sabetan sajam jenis badik di bagian rusuk kirinya.
Kronologi
Mengutip dari Kompas.com, Ganda (35), saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa itu berlangsung pada Minggu (19/7/2020).
Awalnya, korban bermaksud hendak menghidupkan motor di depan rumahnya.
Namun mendadak seorang pelaku berinisial A langsung menegur korban yang tinggal bersebelahan dengan rumah Rio.
Tak sampai di situ, A yang dikenal tempramental ternyata langsung mendekati korban sembari membawa senjata tajam jenis celurit.
Saat itu, Rio langsung dianiaya oleh A bersama dua anaknya yang lain.
"Pelaku ini mengeroyok korban di depan rumahnya. Pelaku juga bawa tiga anaknya. Waktu dikeroyok korban sempat lari," kata Ganda saat berada di lokasi kejadian, Senin (20/7/2020).
Menurut Ganda, ibu Rio sempat berupaya menolong anaknya yang saat itu dikeroyok.
Namun, seorang pelaku langsung memegangi ibu korban.
"Ibunya dipiting oleh anak pelaku waktu Rio ini dikeroyok," ujar Ganda.
Dalam kondisi mengalami luka tusuk di bagian rusuk kiri, Rio ditolong oleh warga setempat untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Namun, nyawa korban tidak dapat tertolong lagi lantaran mengalami luka parah.
"Ketika pulang, rumah pelaku itu sudah kosong. Pelaku ini memang orangnya kurang bersahabat, dulu juga sempat pernah ribut dengan korban dan didamaikan oleh RT. Masalahnya apa saya kurang tahu," kata Ganda.
Sementara itu, Kapolsek Ilir Barat 1 Palembang Kompol Yenni Diarty membenarkan informasi mengenai kejadian tersebut.
Ia mengatakan, petugas saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengejar para pelaku.
"Pelakunya adalah tetangga korban sendiri. Sekarang kita masih mengejarnya, karena pelaku ini melarikan diri usai menganiaya korban," kata Kompol Yenni Diarty.
Akan Pergi Foto Prewedding, Kronologi Versi Ibu
Ibu korban, Anna Susana (50) mengatakan bahwa kejadian itu berawal ketika Rio hendak berangkat bertemu calon istrinya.
Rio yang berencena menikah bulan September mendatang ini hendak melaksanakan foto prewedding.
"Pagi itu itu Rio ditelepon calon istrinya. Katanya mau foto prewedding," ungkap Ana seperti dilansir dari TribunSumsel.
"Jadi Rio sudah waktu itu berpakaian dan berdandan rapi sedang memanaskan motor honda scoopy miliknya," lanjutnya.
Saat Rio menyalakan motornya, ada dua diduga pelaku yang sedang duduk di rumah kosong seberang kediaman korban.
Mereka seolah kesal karena suara motor yang dinilai mengganggu.
Kemudian terjadi cekcok antara Rio dengan dua orang diduga pelaku itu.
Selang beberapa saat, datang dua orang diduga pelaku lainnya.
"Saya rasa itu mengada-ada, seberapa besar sih suara knalpot honda scoopy. Punya Rio itu knalpot asli bukan knalpot modifikasi," katanya.
"Mereka itu sepertinya memang memancing keributan," lanjutnya.
Anna dan kakak Rio, Melisa kemudian keluar dari rumah untuk memisahkan cekcok yang sudah mengarah ke kontak fisik.
Saat itu, Melisa sempat mengambil video perkelahian itu.
"Saya dan Melisa didorong menjauh dari Rio, padahal kami melerai perkelahian itu. HP melisa pun sempat mau direbut," ujarnya.
"Saya sampai ditendang sehingga terjatuh," katanya
Hingga akhirnya Rio terkapar bersimbah darah di lokasi.
Rio Meninggal dalam Ditemani Ibunya
Mata Ana berlinang saat menceritakan saat terakhir Rio Pambudi, sang putra sebelum meninggal.
Ana menuturkan usai ditemukan terkapar karena mengalami luka parah di rusuk kiri.
Rio masih sadar saat berada di mobil yang membawanya ke rumah sakit Siti Khadijah, Palembang.
"Ibu aku sudah dak kuat, Ibu aku dak kuat," kata Rio kepada Ana, dikutip dari TribunSumsel.
Ana yang mendampingi anaknya pun menjawab.
"Karus kuat nak," kata Ana membalas.
Rio pun kemudian kembali berbicara.
"Masih jauh dak?" tanyanya.
Ana pun cepat membalas.
"Lah dekat nak (Sudah dekat nak)," jawab Ana.
Sesampainya di halaman rumah sakit masih sadar.
Baru seusai masuk keruangan IGD nafasnya mulai tersengal.
"Nafasnya tersengal, sudah sekali sekali," katanya Ana.
Rio pun akhirnya meninggal saat petugas medis hendak melakukan rotgen.
"Darahnya itu tidak banyak keluar. Kata dokter darahnya itu masuk ke paru paru," kata Ana.
Ia menyampaikan Rio memang berencana menikah pada tanggal 27 September 2020 mendatang.
