Tiga IBU MUDA di Riau, Di^c4bu--li Remaja 19 Tahun, Di^per--kos4 Siang Hari hingga Di---bu^^nuh Adik Ipar

NASIB Tiga IBU MUDA di Riau, Dicabuli Remaja 19 Tahun, Diperkosa Siang Hari hingga Dibunuh Adik Ipar
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung/Instagram/Kolase
NASIB Tiga IBU MUDA di Riau, Dicabuli Remaja 19 Tahun, Diperkosa Siang Hari hingga Dibunuh Adik Ipar. Foto ini hanya ilustrasi korban, ibu muda di dalam foto bukanlah korban sebenarnya, sedangkan pelaku benar adanya. 


NASIB Tiga IBU MUDA di Riau, Dicabuli Remaja 19 Tahun, Diperkosa Siang Hari hingga Dibunuh Adik Ipar

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Nasib tiga orang ibu muda di Riau membuat prihatin, ada yang dicabuli remaja 19 tahun, diperkosa siang hari hingga dibunuh adik ipar.

Ibu muda dicabuli remaja 19 tahun terjadi di Pekanbaru, seorang remaja mabuk berinisial PB alias Putra (19) di Pekanbaru gerayangi ibu muda yang lagi tidur, nyaris perkosa korban di samping bayinya yang terlelap.


Sedangkan ibu muda diperkosa di siang hari terjadi di Kabupaten Pelalawan yakni di Desa Segati Kecamatan Langgam, korban diperkosa siang hari sekitar pukul 11.00 WIB, dan saat itu korban bersama anaknya.

Sementara ibu muda dibunuh adik ipar terjadi di Kepulauan Meranti, ibu muda bernama Erna Widyawati (33) warga Gang Manggis, Jalan Manggis, RT 01/RW10, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.


Seorang pemuda berinisial PB alias Putra (19) terpaksa diamankan warga, lalu diserahkan kepada aparat yang berwajib..

PB diduga melakukan percobaan rudapaksa disertai pengancaman terhadap seorang wanita berinisial SDJ.

 

Peristiwa terjadi di rumah SDJ di Jalan Karya Indah, Gang Karya Jaya, Kelurahan Bandaraya, Kecamatan Payung Sekaki.

Ketika itu korban sedang tidur bersama bayinya di dalam kamar.

Suami korban saat itu sedang tidak berada di rumah


Tiba-tiba, pelaku yang dalam kondisi mabuk, masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar korban.

Sesampainya di dalam kamar, pelaku langsung melakukan aksi tak senonoh kepada korban.

Dia juga berupaya hendak merudapaksa korban.

Seketika, korban pun terbangun dan melakukan perlawanan.

Pelaku kemudian menutup mulut korban dengan tangannya sambil mengancam akan membunuh korban.

Tak hanya itu, pelaku juga mencekik leher bayi korban yang berada di samping korban.

"Korban langsung berteriak dan berusaha melawan. Teriakan korban didengar oleh warga sekitar yang kemudian masuk ke dalam rumah dan menangkap pelaku," kata Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda, Senin (8/7/)


Dia melanjutkan, selanjutnya pelaku diserahkan oleh warga ke Polsek Payung Sekaki.

"Pelaku dijerat pasal 53 dan atau pasal 285 junto pasal 289 dan atau pasal 351 KUHP," pungkas Budhia.

Ibu Muda Diperkosa Siang Hari

Kasus pemerkosaan kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan yakni di Desa Segati Kecamatan Langgam dan dilaporkan ke Polsek setempat pada Senin (29/7/2019) lalu.


Seorang ibu muda menjadi korban nafsu bejat pelaku yang sudah gelap mata, bahkan pelaku sempat merampas anak korban dari gendongan.


Kronologinya

1. Pelaku dan Korban tinggal di daerah yang sama

Korban berinisial MP yang tinggal di Jalan Koridor Langgam Kilometer 83 Desa Segati Langgam.

Ibu muda berusia 26 tahun ini diperkosa oleh pelaku berinisial ON yang juga tinggal di daerah yang sama.

Ibu muda satu anak ini dirudapaksa di dalam rumahnya sendiri oleh tersangka ON.

"Kejadiannya pada Senin 22 Juli lalu dan baru dilaporkan Senin (29/7/2019) kemarin. Kasusnya ditangani Polsek Langgam," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (31/7/2019).


DETIK-DETIK Ibu Muda di Riau Diperkosa di Kamar Tidur, PELAKU Sempat Bekap Mulut Korban dengan Kain. Foto ini hanya Ilustrasi, korban dalam foto bukanlah korban sebenarnya. (Tribun Pekanbaru/Instagram.com/Polsek Langgam)

2. Sebelum kejadian korban sedang menggendong anak

Kasat Teddy menjelaskan, berdasarkan penuturan korban sekitar pukul 11.00 WIB ia sedang berada di dalam rumah bersama anaknya.

Tanpa diketahui dari mana asalnya, tiba-tiba saja pelaku ON masuk ke dalam rumah MP.


Seperti kesetanan, lelaki berkulit hitam itu rebut anak tersangka dari gendongan korban dan meletakannya begitu saja.

3. Korban Ketakutan Saat Ditarik Pelaku ke Dalam Kamar

Korban masih terkejut dengan sikap pelaku, semakin ketakutan disaat tersangka langsung menarik ibu muda itu ke dalam kamar.

Sadar jika dirinya dalam bahaya, korban berusaha melakukan perlawanan agar terlepas dalam cengkraman tersangka.

Sambil dipaksa ke kamar korban berteriak, namun usahanya sia-sia.


4. Korban diikat pakai kain gendongan

Pelaku mengambil kain panjang yang biasa untuk gendongan anak, lalu membekap mulut korban.

Selanjutnya tangan korban juga diikat dengan kain tersebut hingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Melihat perempuan itu tak berdaya lagi, dengan cepat pelaku melucuti celana korban.

Iapun melampiaskan nafsu bejadnya dan pergi setelah selesai.


5. Pelaku sempat dihakimi massa

Berselang satu minggu setelah kejadian, kasusnya di laporkan ke Polsek Langgam hingga pelaku ditangkap.

"Pelaku juga sempat di hakimi massa dan untuk secepatnya diamankan anggota polisi," tambah Teddy.



Ibu Muda Dibunuh Adik Ipar

Sementara itu, ibu muda di Riau dibekap dan ditusuk di leher dua kali pakai pisau dapur, ternyata pelaku ipar korban, semua itu terungkap dalam rekonstruksi yang digelar polisi.

Polres Kepulauan Meranti menggelar rekonstruksi pembunuhan seorang ibu muda bernama Erna Widyawati (33) warga Gang Manggis, Jalan Manggis, RT 01/RW10, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Rekontruksi dengan 26 adegan itu dilaksanakan pada Rabu (3/7/2019) bertempat di Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Pembangunan I Selatpanjang.


"Kita tidak melakukan rekontruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena tempat dan akses jalan yang kurang memadai," ujarnya.

Kemudian, Dijelaskan AKP Ario Damar, tersangka dijerat dengan 339 KUHP dan atau 365 Jo 338 KUH pidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Ia juga menjelaskan bahwa, tersangka sebelumnya pernah tersangkut perkara pencurian dengan pemberatan pada tahun 2016 dan dihukum 6 tahun penjara sampai dengan November 2020, saat ini status tersangka pembebasan bersyarat.

Ario juga mengatakan bahwa rekonstruksi dilakukan untuk memberikan penerangan kepada semua pihak karena tidak ada saksi saat kejadian, terkhusus bagi pihak Kejaksaan maupun pengacara yang disiapkan oleh pihak Polres.


KEJAM, Ibu Muda di Riau Dibekap dan Ditusuk di Leher Dua Kali Pakai Pisau Dapur, Pelaku Ipar Korban (Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan)

Setelah melakukan rekonstruksi Ario mengatakan bahwa akan ada perbaikan terhadap berkas yang akan diserahkan kepada kejaksaan.


Setelah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, akan ada beberapa perbaikan nantinya pada berkas perkara," ujar Ario.

Dirinya menargetkan bahwa penyelesaian akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kita akan usahakan cepat, karena nanti setelah sampai di kejaksaan akan diproses paling lambat 14 hari sebelum disidangkan," pungkas Ario.

Dari pantauan, sebelum dilaksanakan rekontruksi, aparat kepolisian telah disiagakan di sekitar lokasi yang akan digelar rekontruksi tersebut.



etelah menghadirkan tersangka Tengku Indra Gunawan (19) warga Jalan Komplek UKA RT03/RW03, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, rekontruksi pun dimulai.

Adegan pertama diawali saat itu pelaku berangkat dari rumah hendak ke Pelabuhan Pelindo lewat depan rumah korban dengan mengendarai sepeda motor milik orangtuanya sekitar pukul 08.30 WIB.


Adegan kedua, pada saat melintas depan rumah korban, melihat rumah korban dalam keadaan terkunci sehingga tersangka berniat melakukan pencurian di rumah tersebut.

Adegan ketiga, kemudian pelaku memarkirkan sepeda motornya dan buang air kecil di semak-semak sambil memantau situasi.

Adegan keempat, setelah buang air kecil dan memastikan kondisi sepi, kemudian pelaku menuju rumah korban.

Pada adegan kelima, setelah tiba di pintu samping dalam keadaan terkunci, tersangka mendorong pintu berkali-kali dengan tangan hingga terbuka.

Kemudian pada adegan keenam, setelah masuk rumah, tersangka mencari barang-barang beharga dibagian dapur namun tidak ditemukan.

Adegan ketujuh, karena tidak ditemukan barang-barang beharga, tersangka berjalan keluar dan kembali memantau situasi.

Selanjutnya pada adegan kedelapan, tersangka kembali masuk ke dalam rumah dan melanjutkan aksinya.

Pada adegan kesembilan, pada saat tersangka akan menutup pintu, korban pun datang.


Adegan kesepuluh, korban menghampiri dan menanyakan kepada tersangka terkait ada keperluan apa di rumahnya.

Adegan ke 11, mendengar hal tersebut, korban Erna lalu menghubungi suaminya sambil membelakangi tersangka.

Adegan ke 12, kemudian tersangka mengambil pisau dapur yang berada diatas meja masak didekat pintu dapur.

Adegan ke 13, selanjutnya tersangka mengampiri dari belakang dan membekap mulut korban.

Adegan ke 14, korban menusuk pisau ke leher korban sebanyak satu kali hingga leher erna mengeluarkan darah.


Adegan ke 15, kemudian ada perlawanan dari korban namun pisau masih dalam genggaman tersangka.

Adegan ke 16, kemudian telapak tangan tersangka mengalami luka berdarah begitu juga dengan tangan korban.

Adegan ke 17, tersangka kembali menusuk keleher korban yang sudah megeluarkan darah tersebut.

Adegan ye 18, korban kembali melawan namun tidak berhasil sehingga pisau menusuk ke leher korban.


degan ke 19, setelah tusukan kedua, korban lemas dan jatuh ke lantai.

Adegan ke 20, tersangka mengambil kain lap yang berada di sekitar TKP tersebut.

Adegan ke 21, tersangka melilit leher korban yang mengeluarkan darah tersebut.

Adegan ke 22, selanjutnya tersangka masuk kamar mandi dan mencuci tangan yang berlumuran darah.


Adegan ke 23, setelah mencuci tangan dan pisau, tersangka ke ruang tamu untuk keluar namun pintu tertutup sehingga kembali ke pintu dapur untuk keluar.

Adegan ke 24, tersangka mengambil barang beharga milik korban berupa handphone.

Adegan ke 25, kemudian tersangka keluar rumah dan membuang dan melemparkan pisau ke semak-semak.

Kemudian pada adegan terakhir yakni adegan ke 26, setelah membuang pisau tersangka pergi meninggalkan rumah tersebut dan pulang ke rumahnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul NASIB Tiga IBU MUDA di Riau, Dicabuli Remaja 19 Tahun, Diperkosa Siang Hari hingga Dibunuh Adik Ipar, https://pekanbaru.tribunnews.com/2019/08/01/nasib-tiga-ibu-muda-di-riau-dicabuli-remaja-19-tahun-diperkosa-siang-hari-hingga-dibunuh-adik-ipar?page=all.

Editor: Nolpitos Hendri