Wusss, Angin Kencang Terbangkan Bayi Satu Tahun ke Atap Rumah Tetangga, Ibu Histeris

 Gemuruh angin disertai hujan memantik kegelisahan Yeni ( 22 ), Warga Kampung Tanjung RT 02 RW 14, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (26/11/2020) malam. 



Wanita berusia 22 itu kemudian memutuskan mematikan televisi di rumahnya, usai merasa gelagat hembusan angin dan hujan semakin menjadi jadi.

Selang hitungan detik, tiuapan angin kencang menerbangkan atap rumah Yeni.

Mahendra (1), putra Yeni, yang tengah tertidur pulas di ayunan pun turut terlempar hingga menyangkut ke atap rumah tetangga Kartini.

Malam itu rasa kalut dan cemas menghantui perasaan Yeni. 

Terlebih, sang suami tengah pergi melaut. Hempasan angin memantik naluri Yeni, mencari keberadaan sang buah hati.

Ia kemudian berlari menuju DAM sekitar rumah, namun tak nampak jejak ayunan yang menjadi tempat tidur sang bocah.

Di tengah suara gemuruh angin,  hujan disertai petir, Yeni mendengar suara Mahendra, merengek sambil memanggil nama dirinya.

Warga yang jadi Korban Puting Beliung di Muntok (Istimewa)

Ia pun berusaha mencari asal muasal suara sang buah hati yang ternyata sudah tersangkut di atap rumah tetangganya Kartini.

"Tidak tahu angin itu datang ngejut, tanya lah anak tetangga ini, waktu itu aku matiin tv kan,  anak saya sudah terbang dengan ayunan dia. Waktu itu aku nyari di DAM ruponya anak aku nyangkut di situ (Atap Tetangga) manggil aku," ujar Yeni ditemui dari kediamannya, Jumat (27/11/2020)

Kecemasaan Yeni belum berakhir sampai di situ. Pasalnya, sang buah hati bersama ayunannya masih tersangkut diatas atap rumah tetangga.

Apalagi saat musibah terjadi, aliran dan jaringan listrik masih menyala.

"Ada luka luka bagian punggung belakang, kepalanya memar. Malam itu ada tetangga yang bantu menolong menurunkan anak saya, mereka sampai kena setrum waktu itu listrik belum padam," katanya.

Sementara, Yeni dan keluarga mengungsi ke kediaman adiknya di kawasan Kampung Sawah Muntok.

Rumah warga yang diterjang angin puting beliung (Istimewa)

Selain rumah Yeni, angin kencang juga merusak atap teras rumah Kartini dan dua warga  di RT. 03 RW. 14.

"Untuk sementara kami ngungsi ke rumah adik, di Sawah.  Nanti kalau sudah normal baru pulang lagi ke rumah," kata Yeni.

Sementara itu Ketua RT 02  RW 14 Kampung Tanjung, Pia berharap adanya bantuan terhadap warganya yang terkena musibah tadi malam, baik berupa Sembako dan lain sebagainya.

Terlebih kata Pia,  rata rata suami mereka berprofesi sebagai nelayan. 

"Saya harap mereka cepat mendapat bantuan, makanan, sembako juga mereka butuh karena suaminya sedang melaut. Kasihan mereka, semoga bantuan cepat datang, itu harapan saya," harap Pia.

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Wusss, Angin Kencang Terbangkan Bayi Satu Tahun ke Atap Rumah Tetangga, Ibu Histeris,

Editor: Zulkodri